Agen BandarQ Terbesar Agen BandarQ Terbesar Agen BandarQ Terbesar Agen BandarQ Terbesar Situs Agen Bola, Sabung Ayam Dan Togel Online

Non Maya Seorang Juragan Yang Cantik Dan Semok


CAFFELENDIR - Akhirnya aku hanya bisa main-main saja sebab meski aku anak laki-laki satu-satunya aku mau kerja masih belum kuat dan takut untuk pergi merantau tanpa ada yang mengajak. Suatu ketika ada saudara Bapakku yang datang dengan seorang tamu laki-laki. Kata pamanku dia membutuhkan orang yang mau menjaga rumahnya dan merawat taman. Setelah aku berpikir panjang aku akhirnya mau dengan mempertimbangkan keadaan Ibuku.

Berangkatlah aku ke kota Jember tepatnya di perumahan daerah kampus. Aku terkagum-kagum dengan rumah juragan baruku ini, disamping rumahnya besar halamannya juga luas. Juraganku sebut saja namanya Pak Chandra , Ia Jajaran direksi Bank ternama di kota Jember, Ia mempunya dua Anak Perempuan yang satu baru saja berkeluarga dan yang bungsu kelas 3 SMA namanya Maya, usianya kira-kira 18 tahun. Sedangkan istrinya membuka usaha sebuah toko busana yang juga terbilang sukses di kota tersebut, dan masih ada satu pembantu perempuan Pak Chandra namanya Bik Tukiem usianya kira-kira 27 tahun.


Teman Maya banyak sekali setiap malam minggu selalu datang kerumah kadang pulang sampai larut malam, hingga aku tak bisa tidur sebab harus nunggu teman Non Maya pulang untuk mengunci gerbang, kadang juga bergadang sampai pukul 04.00. Mungkin kacapekan atau memang ngantuk usai bergadang malam minggu, yang jelas pagi itu kamar Non Maya masih terkunci dari dalam. Aku nggak peduli sebab bagiku bukan tugasku untuk membuka kamar Non Maya , aku hanya ditugasi jaga rumah ketika Pak Chandra dan Istrinya Pergi kerja dan merawat tamannya saja.

Pagi itu Pak Chandra dan Istrinya pamitan mau keluar kota, katanya baru pulang minggu malam sehingga dirumah itu tinggal aku, Bik Tukiem dan Non Maya . Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 tapi Non Maya masih belum bangun juga dan Bik Tukiem sudah selesai memasak.
“Jono, aku mau belanja tolong pintu gerbang dikunci.”
“Iya Bik!” jawabku sambil menyiram tanaman didepan rumah. Setelah Bik Tukiem pergi aku mengunci pintu gerbang.

Setelah selesai menyiram taman yang memang cukup luas aku bermaksud mematikan kran yang ada di belakang. Sesampai didepan kamar mandi aku mendengar ada suara air berkecipung kulihat kamar Non Maya sedikit terbuka berarti yang mandi Non Maya . Tiba-tiba timbul niat untuk mengintip. Aku mencoba mengintip dari lubang kunci, ternyata tubuh Non Maya mulus dan susunya sangat kenyal, kuamati terus saat Non Maya menyiramkan air ke tubuhnya, dengan perasaan berdegap aku masih belum beranjak dari tempatku semula. Baru pertama ini aku melihat tubuh perempuan tanpa tertutup sehelai benang. Sambil terus mengintip, tanganku juga memegangi penisku yang memang sudah tegang, kulihat Non Maya membasuh sabun keseluruh badannya aku nggak melewatkan begitu saja sambil tanganku terus memegangi penis. Aku cepat-cepat pergi, sebab Non Maya sudah selesai mandinya namun karena gugup aku langsung masuk ke kamar WC yang memang berada berdampingan dengan kamar mandi, disitu aku sembunyi sambil terus memegangi penisku yang dari tadi masih tegang.
Cukup lama aku di dalam kamar WC sambil terus membayangkan yang baru saja kulihat, sambil terus merasakan nikmat aku tidak tahu kalau Bik Tukiem berada didepanku. Aku baru sadar saat Bik Tukiem menegurku,
“Ayo.. ngapain kamu.”
Aku terkejut cepat-cepat kututup resleting celanaku, betapa malunya aku.
“Ng.. nggak Bik..” kataku sambil cepat-cepat keluat dari kamar WC. Sialan aku lupa ngunci pintunnya, gerutuku sambil cepat-cepat pergi.

Esoknya usai aku menyiram taman, aku bermaksud ke belakang untuk mematikan kran, tapi karena ada Bik Tukiem mencuci kuurungkan niat itu.
“Kenapa kok kembali?” tanya Bik Tukiem .
“Ah.. enggak Bik..” jawabku sambil terus ngeloyor pergi.
“Lho kok nggak kenapa? Sini saja nemani Bibik mencuci, lagian kerjaanmu kan sudah selesai, bantu saya menyiramkan air ke baju yang akan dibilas,” pinta Bik Tukiem .
Akhirnya akupun menuruti permintaan Bik Tukiem . Entah sengaja memancing atau memang kebiasaan Bik Tukiem setiap mencuci baju selalu menaikkan jaritnya diatas lutut, melihat pemandangan seperti itu, jantungku berdegap begitu cepat
“Begitu putihnya paha Bik Tukiem ini” pikirku, lalu bayanganku mulai nakal dan berimajinasi untuk bisa mengelus-ngelus paha putih Bik Tukiem .
“Heh! kenapa melihat begitu!” pertanyaan Bik Tukiem membuyarkan lamunanku
“Eh.. ngg.. nggak Bik” jawabku dengan gugup.
“Sebentar Bik, aku mau buang air besar” kataku, lalu aku segera masuk kedalam WC, tapi kali ini aku tak lupa untuk mengunci pintunya.

Didalam WC aku hanya bisa membayangkan paha mulus Bik Tukiem sambil memegangi penisku yang memang sudah menegang cuma waktu itu aku nggak merasakan apa-apa, cuma penis ini tegang saja. Akhirnya aku keluar dan kulihat Bik Tukiem masih asik dengan cucianya.
“Ngapain kamu tadi didalam Jon?” tanya Bik Tukiem .
“Ah.. nggak Bik cuma buang air besar saja kok,” jawabku sambil menyiramkan air pada cuciannya Bik Tukiem .
“Ah yang bener? Aku tahu kok, aku tadi sempat menguntit kamu, aku penasaran jangan-jangan kamu melakukan seperti kemarin ee..nggak taunya benar,” kata Bik Tukiem
“Hah..? jadi Bibik mengintip aku?” tanyaku sambil menunduk malu.

Tanpa banyak bicara aku langsung pergi.
“Lho.. kok pergi?, sini Jon belum selesai nyucinya, tenang saja Jon aku nggak akan cerita kepada siapa-siapa, kamu nggak usah malu sama Bibik ” panggil Bik Biatun.
Kuurungkan niatku untuk pergi.
“Ngomong-ngomong gimana rasanya saat kamu melakukan seperti tadi Jon?” tanya Bik Tukiem .
“Ah nggak Bik,”jawabku sambil malu-malu.
“Nggak gimana?” tanya Bik Tukiem seolah-olah mau menyelidiki aku.
“Nggak usah diteruskan Bik aku malu.”
“Malu sama siapa? Lha wong disini cuma kamu sama aku kok, Non Maya juga sekolah, Pak Beny kerja?” kata Bik Tukiem.
“Iya malu sama Bibik, sebab Bibik sudah tahu milikku,” jawabku.
“Oalaah gitu aja kok malu, sebelum tahu milikmu aku sudah pernah tahu sebelumnya milik mantan suamiku dulu, enak ya?”
“Apanya Bik?” tanyaku
“Iya rasanya to..?” gurau Bik Tukiem tanpa memperdulikan aku yang bingung dan malu padanya.
“Sini kamu..” kata Bik Tukiem sambil menyuruhku untuk mendekat, tiba-tiba tangan tangan Bik Tukiem memegang penisku.
“Jangan Bik..!!” sergahku sambil berusaha meronta, namun karena pegangannya kuat rasanya sakit kalau terus kupaksakan untuk meronta.

Akhirnya aku hanya diam saja ketika Bik Tukiem memegangi penisku yang masih didalam celana pendekku. Pelan tapi pasti aku mulai menikmati pegangan tangan Bik Tukiem pada penisku. Aku hanya bisa diam sambil terus melek merem merasakan nikmatnya pegangan tangan Bik Tukiem . lalu Bik Tukiem mulai melepas kancing celanaku dan melorotkanya kebawah. Penisku sudah mulai tegang dan tanpa rasa jijik Bik Tukiem Jongkok dihadapanku dan menjilati penisku.
“Ach.. Bik.. geli,” kataku sambil memegangi rambut Bik Tukiem .

Bik Tukiem nggak peduli dia terus saja mengulum penisku, Bik Tukiem berdiri lalu membuka kancing bajunya sendiri tapi tidak semuanya, kulihat pemandangan yang menyembul didepanku yang masih terbungkus kain kutang dengan ragu-ragu kupegangi. Tanpa merasa malu, Bik Tukiem membuka tali kutangnya dan membiarkan aku terus memegangi susu Bik Tukiem , dia mendesah sambil tangannya terus memegangi penisku. Tanpa malu-malu kuemut pentil Bik Tukiem .
“Ach.. Jon.. terus Jon..”
Aku masih terus melakukan perintah Bik Tukiem, setelah itu Bik Tukiem  kembali memasukkan penisku kedalam mulutnya. aku hanya bisa mendesah sambil memegangi rambut Bik Tukiem.
“Bik aku seperti mau pipis,” lalu Bik Tukiem segera melepaskan kulumannya dan menyingkapkan jaritnya yang basah, kulihat Bik Tukiem nggak memakai celana dalam.
“Sini Jon..,” Bik Tukiem mengambil posis duduk, lalu aku mendekat.
“Sini.. masukkan penismu kesini.” sambil tangannya menunjuk bagian selakangannya.

Dibimbingnya penisku untuk masuk ke dalam vagina Bik Tukiem .
“Terus Jon tarik, dan masukkan lagi ya..”
“Iya Bik” kuturuti permintaan Bik Tukiem, lalu aku merasakan seperti pipis, tapi rasanya nikmat sekali.
Setelah itu aku menyandarkan tubuhku pada tembok.
“Jon.. gimana, tahu kan rasanya sekarang?” tanya Bik Tukiem sambil membetulkan tali kancingnya.
“Iya Bik..”jawabku.

Baca Juga : Berbagi istri, Karena Tidak Mampu Bayar Utang


Esoknya setiap isi rumah menjalankan aktivitasnya, aku selalu melakukan adegan ini dengan Bik Tukiem . Saat itu hari Sabtu, kami nggak nyangka kalau Non Maya pulang pagi. Saat kami tengah asyik melakukan kuda-kudaan dengan Bik Tukiem , Non Maya memergoki kami.
” Hah? Apa yang kalian lakukan! Kurang ajar! Awas nanti tak laporkan pada papa dan mama, kalian!”
Melihat Non Maya kami gugup bingung, “Jangan Non.. ampuni kami Non,” rengek Bik Tukiem .
“Jangan laporkan kami pada tuan, Non.”
Akupun juga takut kalau sampai dipecat, akhirnya kami menangis di depan Non Maya , mungkin Non Maya iba juga melihat rengekan kami berdua.
“Iya sudah jangan diulangi lagi Bik!!” bentak Non Maya.
“Iy.. iya Non,” jawab kami berdua.

Esoknya seperti biasa Non Maya selalu bangun siang kalau hari minggu, saat itu Bik Tukiem juga sedang belanja sedang Pak Beny dan Istrinya ke Gereja, saat aku meyirami taman, dari belakang kudengar Non Maya memanggilku,
“Joon!! Cepat sini!!” teriaknya.
“Iya Non,” akupun bergegas kebelakang tapi aku tidak menemukan Non Maya .
“Non.. Non Maya ,” panggilku sambil mencari Non Maya.
“Tolong ambilkan handuk dikamarku! Aku tadi lupa nggak membawa,” teriak Non Maya yang ternyata berada di dalam kamar mandi.
“Iya Non.”
Akupun pergi mengambilkan handuk dikamarnya, setelah kuambilkan handuknya “Ini Non handuknya,” kataku sambil menunggu diluar.
“Mana cepat..”
“Iya Non, tapi..”
“Tapi apa!! Pintunya dikunci..”

Aku bingung gimana cara memberikan handuk ini pada Non Maya yang ada didalam? Belum sempat aku berpikir, tiba-tiba kamar mandi terbuka. Aku terkejut hampir tidak percaya Non Maya telanjang bulat didepanku.
“Mana handuknya,” pinta Non Maya .
“I.. ini Non,” kuberikan handuk itu pada Non Maya.
“Kamu sudah mandi?” tanya Non Maya sambil mengambil handuk yang kuberikan.
“Be..belum Non.”
“Kalau belum, ya.. sini sekalian mandi bareng sama aku,” kata Non Maya.

Belum sempat aku terkejut akan ucapan Non Maya, tiba-tiba aku sudah berada dalam satu kamar mandi dengan Non Maya, aku hanya bengong ketika Non Maya melucuti kancing bajuku dan membuka celanaku, aku baru sadar ketika Non Maya memegang milikku yang berharga.
“Non..,” sergahku.
“Sudah ikuti saja perintahku, kalau tidak mau kulaporkan perbuatanmu dengan Bik Tukiem pada papa,” ancamnya.

Aku nggak bisa berbuat banyak, sebagai lelaki normal tentu perbuatan Non Maya  mengundang birahiku, sambil tangan Non Maya bergerilya di bawah perut, bibirnya mencium bibirku, akupun membalasnya dengan ciuman yang lembut. Lalu kuciumi buah dada Non Maya yang singsat dan padat. Non Maya mendesah, “Augh..”
Kuciumi, lalu aku tertuju pada selakangan Non Maya , kulihat bukit kecil diantara paha Non Maya yang ditumbuhi bulu-bulu halus, belum begitu lebat aku coba untuk memegangnya. Non Maya diam saja, lalu aku arahkan bibirku diantara selakangan Non Maya .
“Sebentar Jon..,” kata Non Maya , lalu Non Maya mengambil posisi duduk dilantai kamar mandi yang memang cukup luas dengan kaki dilebarkan, ternyata Non Maya memberi kelaluasaan padaku untuk terus menciumi vaginanya.

Melihat kesempatan itu tak kusia-siakan, aku langsung melumat vaginanya kumainkan lidahku didalm vaginanya.
“Augh.. Jon.. Jon,” erangan Non Maya , aku merasakan ada cairan yang mengalir dari dalam vagina Non Maya . Melihat erangan Non Maya kulepaskan ciuman bibirku pada vagina Non Maya , seperti yang diajarkan Bik Tukiem kumasukkan jemari tanganku pada vagina Non Maya . Non Maya semakin mendesah, “Ugh Jon.. terus Jon..,” desah Non Maya . Lalu kuarahkan penisku pada vagina Non Maya .
Bless.. bless.. Batangku dengan mudah masuk kedalam vagina Non Maya , ternyata Non Maya sudah nggak perawan, kata Bik Tukiem seorang dikatakan perawan kalau pertama kali melakukan hubungan intim dengan lelaki dari vaginanya mengeluarkan darah, sedang saat kumasukkan penisku ke dalam vagina Non Maya tidak kutemukan darah.

Kutarik, kumasukkan lagi penisku seperti yang pernah kulakukan pada Bik Tukiem sebelumnya. “Non.. aku.. mau keluar Non.”
“Keluarkan saja didalam Jon..”
“Aggh.. Non.”
“Jon.. terus Jon..”
Saat aku sudah mulai mau keluar, kubenamkan seluruh batang penisku kedalam vagina Non Maya , lalu gerkkanku semakin cepat dan cepat.
“Ough.. terus.. Jon..”
Kulihat Non Maya menikmati gerakanku sambil memegangi rambutku, tiba-tiba kurasakan ada cairan hangat menyemprot ke penisku saat itu juga aku juga merasakan ada yang keluar dari penisku nikmat rasanya. Kami berdua masih terus berangkulan keringat tubuh kami bersatu, lalu Non Maya menciumku.
“Terima kasih Jon kamu hebat,” bisik Non Maya .
“Tapi aku takut Non,” kataku.
“Apa yang kamu takutkan, aku puas, kamu jangan takut, aku nggak akan bilang sama papa” kata Non Maya . Lalu kami mandi bersama-sama dengan tawa dan gurauan kepuasan.

Sejak saat itu setiap hari aku harus melayani dua wanita, kalau di rumah hanya ada aku dan Bik Tukiem , maka aku melakukannya dengan Bik Tukiem . Sedang setiap Minggu aku harus melayani Non Maya , bahkan kalau malam hari semua sudah tidur, tak jarang Non Maya mencariku di luar rumah tempat aku jaga dan di situ kami melakukannya.



NAMA SITUSPILIHAN GAMEPROMOJOIN DISINI

situs judi poker 24 jam terbaik terpercaya deposit semua bank dan emoney
AduQ, BandarQ, Capsa, Domino99, Poker, Bandar Poker, Sakong, Bandar66Cashback 0.5%
Referral 10% + 10%
Rp.20.000
NAMA SITUSPILIHAN GAMEPROMOJOIN DISINI

situs judi poker 24 jam terbaik terpercaya deposit semua bank dan emoney
AduQ, BandarQ, Capsa, Domino99, Poker, Bandar Poker, Sakong, Bandar66Cashback 0.5%
Referral 10% + 10%
Rp.15.000
NAMA SITUSPILIHAN GAMEPROMOJOIN DISINI

situs judi poker 24 jam terbaik terpercaya deposit semua bank dan emoney
AduQ, BandarQ, Capsa, Domino99, Poker, Bandar Poker, Sakong, Bandar66Cashback 0.5%
Referral 10% + 10%
Rp.20.000
NAMA SITUSPILIHAN GAMEPROMOJOIN DISINI

situs judi poker 24 jam terbaik terpercaya deposit semua bank dan emoney
Togel Online, Casino Online -
-
Rp.10.000
Non Maya Seorang Juragan Yang Cantik Dan Semok Non Maya Seorang Juragan Yang Cantik Dan Semok Reviewed by Melatti on Januari 21, 2019 Rating: 5

Tidak ada komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.